Minggu, 13 November 2016

Filled Under:

Pengertian Nasihat



NASIHAT 

ان النبيى صاعم قال الدين النصيحة قلنالمن قال لله ولكتابه ولرسوله وللائمة المسلمين وعامتهم 

Diriwayatkan dari sahabat Tamim ra. Sesungguhnya Nabi SAW bersabda :" agama adalah nasihat." untuk siapa?" beliau menjawab," untuk allah, ktab-nya, rasul-nya pemimpin dan umumnya kaum muslimin."

Ta'rif Nasihat
a.       Menurut Bahasa
-           di ambil dari kata نصح الخياط الثوب bermakna menjahit pakaiandengan baik dan rapat,tidak meninggalkan celah dan lubang.[1]
-           di ambil dari kata نصحت العسل bermakna kamu membersihkan madu dari campuran yang berbentuk zat lilin.[2]

b.      Menurut Istilah
-           Imam Al Khothabi
" Suatu kata yang dipakai untuk mengungkapkan keinginan baik untuk orang yang dinasehati."[3]
-           Imam Ar Raghib
"Nasihat adalah memilih perbuatan dan perkataan yang ada kemaslahatan bagi pelakunya"[4]
-           Imam Muhammad bin Nas Al marwazi
"Nasihat adalah perhatian hati kepada orang yang dinasehati, walau bagaimanapun keadaannya."[5]

Hakikat Nasihat
      Pertama. Menyempurnakan kekurangan. Ini terjadi pada hamba yang selalu memiliki kekurangan karena kesalahan dan dosa.
      Kedua. Mensifati sesuatu dengan sifat kesempurnaan. Ini merupakan hak Allah, kitab-Nya, dan rasul-Nya.

Rukun Nasihat
1.      An Nashih ( Penasihat )
2.      Al Mansuh ( Yang dinasehati )
3.      Al Mansuh bih ( Perkara yang di nasehatkan )
Syarat Nasihat
a.        syarat Rukun Nasihat
1.      Harus Islam
2.      Baligh
3.      Berakal
b.        Syarat Rukun ke tiga
1.      Merupakan perintah Syar'i
2.      Bukan termasuk khilafiyah ijtihadiyah di antara para ulama 
3.      Mencakup seluruh bagian iman, islam dan ikhsan

Macam-macam Nasihat
     
 Nasihat kepada Allah
       Nasihat kepada Allah ialah pensifatan Allah dengan kesempurnaan, dan dapat dilakukan dengan beberapa hal dibawah ini :
1.           Iman yang benar kepada-Nya, dengan mengikhlaskan aqidah dalam bertauhid, mensucikan-Nya dari sifat kekurangan dan mengharap kecintaan serta menjauhi kemurkaan-Nya.
2.           Tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
3.           Mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah.
4.           Menta'ati semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
5.           Mengakui dan mensyukuri nimat-nimat-Nya.

Nasihat kepada kitab Allah
Yaitu mensifatinya dengan kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan beberapa hal, yaitu:
1.          Beriman kepadanya secara benar sebagai mana imannya para salafu umat.
2.          Beriman bahwa Al Qur'an adalah Kalamullah.
3.          Mencintai dan mengagungkannya, karena merupakan Kalamullah.
4.          Bersemangat mempelajari, memahami dan meneliti isi kandungannay, membacanya dengan benar dan mengamalkannay.

Nasihat kepada Rasulullah
Yaitu mensifati beliau dengan kesempurnaan, cara mewujudkannya :
1.          Membenarkan kenabian dan risalahnya
2.          Beriman kepada semua ajarannya serta mentaati perintah dan larangannya
3.          Membelanya baik semasa hidupnya maupun setelah meninggalnya, membenci orang yangmemusuhinya dan memberikan loyalitas kepada orang yang mencintainya.
4.          Mengagungkan dan menghormatinya serta menghidupkan sunah-sunahnya
5.          Menyebarkan dakwah dan syar'iatnya serta membantah tuduhan jelej padanya.

       Nasihat kepada pemimpin kaum muslimin
      Nasihat kepada para pemimpin dan penguasa merupakan kewajiban, dikarenakan mereka pasti ada kekurangan, tidak maksum dari ketergelinciran. Beberapa hal yang berkaitan dengan nasihat pada penguasa :
1.        Membantu dan mentaati mereka dalam kebenaran.
2.        Menyadarkannya ketika lalai dengan cara lemah lembut
3.        Merapatkan kekuatan dan persatuan dengan mereka
4.        Menahan mereka dari berbuat kedzaliman dengan cara yang baik
Nasihat kepada masyarakat kaum muslimin
Hal ini dapat dilakukan :
1.                      Mencintai dan membenci untuk mereka apa yang dicintai dan dibenci untuknya.
2.                      Menyayangi yang kecil dan menghormati yang tua dari kalangan
3.                      Mengajarinya dengan perkara agama dan dunianya
4.                      Menutupi aibnya
5.                      Menolong dan membelanya dari musuh-musuhnya
6.                      Menutupi kelemahannya
7.                      Tidak berbohong dan hasad kepadanya
8.                      Mencintainya sebagaimana mencintai dirinya dan yang semisalnya
9.                      Beramar ma'ruf dan nahyi munkar dengan lemah lembut dan ikhlash
10.                  Tidak menyakiti mereka.


[1]  Asasul balaghoh Hal. 635
[2]  Imam Nawawi, Syarah sahih muslim 2/37
[3]  Al Khotabi, Ma'lim sunan 4/125
[4]  Ar Raghib, Al Mufrodat Hal. 494
[5]  Iqadzul Himam Hal. 125

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Jalan Haqiqi.