Minggu, 13 November 2016

Filled Under:

Nasehat Luqmanul Hakim Kepada Anaknya



l  Wasiat Luqman Kepada Anaknya
   Lukman Hakim pernah memberi nasehat kepada anakanya. Dia berkata : “Anakku,saya mawasiatkan kepada kamu tentang delapan perkara.Janganlah hatimu dalam sholat,jagalah pandanganmu ketika berada di rumah orang lain,jagalah lidahmu dalam majelis,janganlah perutmu dari (keserakahan)tenggorokan. Juga ingat dua hal dan lupakan dua hal. Ingatlah Allah dan kematian, serta lupakan kebaikanmu pada orang lain dan kesalahan mereka padamu.”
Luqman berkata pada anaknya ”Anakku sesungguhnya laut ini dalam banyak sudah manusia yang tenggelam. Maka jadikan taqwa sebagai bahteramu, iman sebagai kemudinya, dan tawakal sebagai layarnya.      Semoga kamu selamat. Namun saya meragukan kemungkinan kamu selamat. Anakku,jangan cemarakan wajahmu denagan meminta-minta, jangan lampiaskan marahmu dengan keburukan yang mencoreng nama baikmu, dan ketahuilah batas kemampuanmu, niscaya hidupmu bermanfaat bagimu.”
Umar bin Khathab

  Aku telah melihat berbagai perisai, tetapi tak satupun yang lebih kuat dibanding menjaga lidah. Aku telah melihat semua jenis pakaian,tapi tak satupun yang lebih indah dibandingkan sifat wara. Aku telah melihat semua jenis kekayaan, tapi tak satupun yang lebih banyak dibandingkan dengan kepuasan hati. Aku telah melihat semua kebajikan, tapi tak ada yang lebih utama dibanding nasehat.Aku telah mencicipi semua.
  Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berkata: ”Sesungguhnya Allah berfirman: Tidaklah seorang hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai selain dari amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku-lah yang menjadi pendengaranya untuk memegang dan sebagai tangan yang digunakannya untuk memegang dan kaki yang dia pakai untuk berjalan, dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Kukabulkan, dan jika berlindung kepada-Ku pasti Kulindungi.”
  Enam hal yang tidak dimiliki enam     perkara:
pertama ,tidak ada ketenangan bagi orang yang hasud.
Kedua,tidak ada harga diri bagi pendusta
ketiga,tidak ada kecakapan bertindak bagi orang yang bakhil.
Keempat,tidak ada amanah bagi orang yang diperbudak.
Kelima,tidak ada kehormatan bagi orang yang buruk budi pekertinya.
Keenam,tidak ada penolakan bagi ketentuan Allah.
( Ahnaf bin Qais rahimahullah)
  Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah,ibnu Mas'ud ra.berkata  :”Dengarkanlah bacaan Quran atau datanglah ke majelis dzikiratau pergilah ke tempat yang sunyi berkhalawat ( menyendiri,menyepi,berdua-duaan)dengan Allah,jika belum terobati juga maka mintalah kepada Allah hati yang lain,karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukanlah lagi hatimu.....
“SETUMPUK  TULANG  DALAM  SEKANTONG  DAGING”
 Memaknai hidup hanya diberi satu kesempatan, tidak ada yang kedua. Desah nafas menjadi pembatasnya. Di sini,   dalam kehidupan ini,setelah itu tertutuplah pencarian makna.Tepat ketika nafas ditiupkan kedalam tulang berbalut daging.
   Dimulailah proses pemaknaan.Kemudian ia hadir ke dunia.Dipersiapkan semua bekalan dirinya. Diberikan kebebasan memilih, menemani fitrahnya yang dekat kepada ketaqwaan dan kekufuran. Lalu di mulailah perhitungan.   Bergerak menjalani kehidupan. Diceritakan masa lalu, di kabarkan hari esok. Dipentaskan tauladan, baik kemuliaan maupun kehinaan. Berlalu melalui persimpangan – persimpangan kehidupan. Memaksa diri untuk memilih. Berdatangan satu persatu teman perjalanan. Sebagian menyadarkan, sebagian melenakan. Kadang tiba kesadaran, namun tidak jarang bersama kealpaan.
  Pada satu terminal kehidupan, melekatlah identitas. Pencirian kini terbatas pada status yang melekat, siapa, apa, apanya siapa. Lalu kepercayaan diri bergantung pada komentar, perkataan, dan kepercayaan orang lain.
  Saat inilah ujian nilai diri menjadi berat. Akankah kemuliaan tergadaikan kebebasan, karena beban status. Lalu merasa diri tinggi , merasa lebih , dan merasa wibawa.        Kemudian hakikat digadaikan, imitasi disematkan lalu tertipu kemuliaan. Perlahan semangat temaram. Kantung daging melemah,belulangpun renta.
  Satu persatu keperkasaan dicabut. Segalanya menjadi semakin semu. Hanya meninggalkan cerita, dulu ia adlah ini,sebagai ini, menjadi ini, menutup satu persatu jalan nafas yang ada.
  Saat itu kebanggaan semakin abstrak. Hanya cerita lalu. Sementara perhitungan nilai diri justru semakin dekat.
Lalu desah nafas sampai pada titik akhir. Kembalilah kelemahan.
  Kini terongok tak berdaya, tidak lebih dari sekedar tulang berbalut daging.Berakhir kebanggaan,berakhir keperkasaan,berakhir kemuliaan status. Selebihnya hanya kisah yang dikenang.Namun apapun itu ,ada perhitungan lain yang menanti.


“DAN  RASULULLAH PUN MERASA KEHILANGAN”

 Pagi itu Rasulullah agak kecewa pada sahabat.Semalam , selepas isya,ada seorang wanita tua yang meninggal dunia,namun tak ada yang memberitahu beliau.”Mengapa kalian tidak memberitahuku?” Tanya beliau. Dengan penuh penyesalan para sahabat menjawab,”Sungguh ,sebenarnya kami ingin memberitahukanmu, namun semalam engkau sudah tidur , kami tidak ingin menggangumu, ”jelas para sahabat .
Sebenarnya wanita itu bukanlah siapa-siapa ia seorang wanita berkulit hitam yang lemah. Tapi Rasulullah merasa bersedih dan kehilangan dengan kematianya.wanita miskin itu begitu lekat dalam ingatan Beliau. Setiap hari wanita beruban itu bekerja keras membersihkan mesjid. Sehingga rumah Allah itu benar-benar menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan bermusyawarah.
Memang di tengah berbagai kekurangan yang dimilikinya, wanita itu menjadi luar biasa di mata Rasulullah. Wanita itu bernama ummu Mahjan, seorang wanita yang tak pernah mengeluh.Ia bahkan tak mau tertinggal dalam membela islam. Memang,ia tak bisa berbuat seperti layaknya para ohabiyah yang lainnya.Ia tak punya harta untuk diinfakkan, ia pun tak memiliki tenaga untuk pergi ke medan jihad.Tapi ia tak pernah mau ketinggalan dalam beramal.Ia tak ingin dirinya tak dikenang oleh Rasulullah.Maka denagn segenap semangat dan sisa tenaga yang ia miliki,ia melakukan pekerjaan yang tak dilirik oleh orang lain,yaitu membersihkan mesjid Rasulullah .
Dan kegigihan Ummu Mahjan pun memperoleh hasil.

1 komentar:

  1. Jt Casino Review, Bonus Code & Welcome Bonus | JT Casino
    Jt Casino 의정부 출장안마 Review: Get a 포천 출장안마 $500 영천 출장샵 deposit 여주 출장마사지 bonus or 20 free spins. JT Casino welcomes new players to its gaming 고양 출장샵 offerings with the following bonus

    BalasHapus

Copyright @ 2013 Jalan Haqiqi.